Balik Modal, Poin Penting Dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis kita pasti mengenal dengan istilah balik modal yaitu situasi dimana operasional bisnis sudah menghasilkan keuntungan bersih yang bisa mengembalikanmodal awal yang dikeluarkan. Bagi yang belum punya bisnis, atau baru akan menjalankannya, minimal pasti pernah mendengar istilah ini. Balik modal, adalah critical point dalam menentukan kesuksesan bisnis di masa mendatang.

Apa sebabnya ? Dalam menjalankan operasional bisnis jasa seo semarang atau bidang yang lainya, sangat penting bagi pemilik maupun tim marketer untuk bisa selalu mencapai kondisi titik impas (BEP) pada usahanya Kenapa perlu urgensinya balik modal ? Karena pemilik bisnis pasti menjalankan bisnisnya untuk mencari keuntungan. Margin keuntungan yang semakin besar setiap periode transaksi akan terakumulasi secara terus-menerus nantinya akan membuat pemilik bisnis tersebut mencapai balik modal. Patokan untuk bisa balik modal adalah bisnis itu sendiri harus berada di atas titik impas atau break even point pada setiap periode transaksinya (lihat grafik).

BEP memang tidak sama dengan balik modal, lantas apa hubungannya antara keduanya ? Tanda di mana bisnis dipercaya sedang on track untuk balik modal biasanya diawali dengan bisnis itu selalu berada di atas titik impas atau Break Even Point, yaitu saat pemasukan berada di atas titik di mana jumlah pengeluaran operasional sama dengan jumlah pemasukan yang diterima pada setiap periode operasional usahanya (Total biaya tetap = Harga per unit – Varaibel cost per unit) agar bisnis selalu menghasilkan margin profit yang cukup untuk membuat balik modal, maka bisnis itu harus selalu menghasilkan nilai penjualan di atas BEP atau titik impas (area biru pada grafik).

Pada area biru dalam grafik inilah usaha sudah sanggup menghidupi dirinya sendiri melalui pemasukan, dan pemilik bisnis juga sudah tidak perlu lagi mengeluarkan dana dari kantong pribadinya untuk membantu operasional bisnis. Nah, pada periode ini juga bisnis itu sendiri sudah on the right track untuk balik modal. Jadi yang perlu dilakukan oleh pemilik bisnis itu sendiri adalah menjaga agar bisnisnya senantiasa menghasilkan di area biru seperti yang ditunjukan dalam grafik. Sebab bukan tidak mungkin seiring waktu berjalan bisnis itu akan kembali anjlok, dan akhirnya berada di bawah (merah) kembali. Karena itu orientasi ketika baru memulai bisnis yang harus ditanamkan kepada setiap pemilik bisnis adalah, 1) Penjualan yang selalu di atas titik impas, lalu 2) Orientasi untuk mencapai balik modal.

Memang periode untuk mencapai titik balik modal pada setiap jenis bisnis berbedabeda, meski demikian bukan tidak mungkin bagi sebuah bisnis untuk mempersingkat waktu mencapai balik modalnya. Pertama, sebelum memulai usaha pemilik bisnis itu sendiri harus bisa menganalisa faktorfaktor yang akan terkait dengan operasional bisnisnya kelak. Mulai dari segmen pasar yang ada, potensinya bagaimana, tantangan usaha, kompetitor, SDM, dan sebagainya. Kemudian menganalisis apakah bisnisnya layak tumbuh pada kondisi yang dihadapi sedemikian rupa ? Dalam istilah marketing ada yang namanya Red Ocean (pasar yang kompetitif) vs Blue Ocean (pasar yang belum banyak diisi pesaing). Pemilik bisnis harus bisa memilih akan menempatkan bisnisnya di segmen pasar yang mana.

Sementara bagi yang bisnisnya berupa franchise, calon mitra harus menganalisa dulu riwayat franchisor dan usahanya. Sebab saat ini banyak bisnis yang masih seumur jagung dan baru booming sesaat, nekat untuk mem-franchise-kan usahanya. Jangan-jangan franchisornya pun masih belum balik modal. Karena bisa ada kemungkinan franchisor mengincar untuk bisa balik modal dari menjual lisensi franchise kepada mitra.