Gencarnya Promosi Online Jasa Aqiqah

Di era digital saat ini, banyak pelaku usaha yang memasarkan produk maupun jasanya secara online, karena memang saat ini pemasaran online dianggap lebih efektif dan efisien, tak hanya itu dari segi menjangkau konsumen pun sangat tak terhingga dibanding pemasaran secara offline.

Jasa aqiqah bekasi merupakan salah satu bisnis jasa yang juga memanfaatkan platform digital sebagai ajang memperkenalkan serta memasarkan jasa yang dijual. Jika pada jaman dahulu para pelaku bisnis jasa aqiqah hanya melakukan pemasaran dari mulut ke mulut dan membuat selebaran yang berisikan jasa yang ditawarkan.

Beda dengan saat ini, dimana jaasa aqiqah mulai berbenah dan mengikuti perkembangan jaman dengan memanfaatkan jaringan internet dan platform media sosial seperti website, facebook, instagram dalam mengenalkan dan memesarakan jasa yang dia jual demi menjangkau konsumennya.

Dengan memiliki website, jasa aqiqah terlihat lebih profesioanal karena dari website itulah konsumen bisa mengetahui segala sesuatu yang ada pada jasa aqiqah, seperti:

  1. visi misi jasa aqiqah
  2. Sejak kapan mulai berdiri usaha tersebut
  3. Pilihan harga menu satuan atau per box
  4. Pilihan harga dalam bentuk paket
  5. Alamat serta kontak person apabila konsumen ingin datang langsung atau pun tanya-tanya terlebih dahulu melalui telepon.
  6. Biasanya juga menampilkan no surat ijin usaha pada profil usahanya.
  7. Galeri yang ada, biasanya menampilkan foto-foto yang berkaitan dengan usaha aqiqah seperti kambing yang dipilih untuk disembelih, proses penyembelihan kambing, proses pemotongan daging kambing, prosea pengolahan menu daging kambing, proses penyajian didalam nasi kotak, hingga proses terkirimnya pesanan ke tengan konsumen.

Untuk lebih mudah diketahui atau diakses dengan jangkauan lebih para pengguna internet, jasa aqiqah bekasi juga memanfaatkan media sosial seperti facebook dan juga instagram sebagai media promosinya karena dua media sosial tersebut nyatanya juga memiliki pengaruh kuat dalam bidang pemasaran, terlebih facebook dan instagram itu berkesinambungan, sehingga bila memposting foto di instagram mengenai promo jasa aqiqah yang ditawarkan ataupun memposting foto mengenai pengantaran pesanan ke konsumen, bisa juga terposting diwaktu yang bersamaan pada lama facebook dengan memilih icon pada istagram bagikan ke facebook.

Silahturahmi ke Markas Music Everywhere & Lentera Indonesia

Ketika program musik Dahsyat naik daun, beberapa stasiun televisi lain pun membuat program musik serupa. Namun, ada satu program musik yang berani tampil beda, Music Everywhere. Music Everywhere pertama kali menggebrak pada Juni 2013 dengan menampilkan penyanyi Raisa. Berbeda dengan program musik seperti Dahsyat yang ditayangkan pada pagi hari, pada awal-awal Music Everywhere diluncurkan, program musik itu tayang pada prime time, yakni Sabtu malam di mana televisi lain biasanya sibuk menarik minat penonton dengan laga film bikinan Hollywood atau sinetron.

Tidak ada banyolan dari trio presenter seperti di Dahsyat, Music Everywhere lebih menyodorkan musik dan sisi lain penyanyi. Music Everywhere merupakan produksi dari Net TV, stasiun televisi yang berkantor pusat di The East Building lantai 27-28, Lingkar Kuningan. Kesan berbeda itu pun kini melekat erat di benak penonton Net TV (PT NET Mediatama Televisi).

Kalau tidak berbeda dengan televisi lain, buat apa penonton melihat Net TV? tutur Pemimpin Redaksi Net TV Dede Apriadi, yang sekaligus merangkap Vice President Public Relations and Corporate Secretary kepada tim Corporate Communications PT Astra International Tbk dalam kunjungannya pada 24 April 2015 siang itu. Dalam kunjungan tersebut, tim Corcom Astra, yang dipimpin oleh Division Head of Public Relations Yulian Warman, disambut oleh Direktur NET Mediatama Kurnia dan Media Relations Rahmat Fitra Wibowo. Dede menjelaskan, sebagai stasiun televisi yang baru saja lahir, Net TV ingin berbeda dengan TV lain. Net TV memiliki aturan ketat terkait dengan pemberitaan. Salah satu contohnya Net TV tidak diperbolehkan membuat berita gosip dan menjelek-jelekkan pihak lain. Kami ingin berita yang keluar ke masyarakat lebih positif, ujar Dede. Jika beberapa waktu lalu konflik di internal suatu partai politik memanas, Net TV justru tidak menyoroti keributannya.

Kami lebih mengangkat cerita anak muda yang dapat berbagi inspirasi dengan orang lain melalui program-programnya seperti Lentera Indonesia dan Patriot, tuturnya. Dede mencontohkan, ketika artis Olga Syahputra meninggal dunia, keluarga Olga pertama kali menghubungi Net TV. Pihak keluarga Olga memahami, Net TV tidak akan memberitakan kematian Olga dengan sensasional. Kepercayaan ini membuat Net TV merupakan stasiun televisi pertama yang menayangkan kematian Olga, ujar Dede.

Dede juga banyak menceritakan https://pwhm.net/ upaya Net TV memanfaatkan media sosial terutama Youtube untuk menayangkan program-programnya. Net TV juga memiliki kanal NET.CJ untuk merangkul citizen journalism yang kini memiliki sekitar 35.000 member. Redaksi Net TV dapat menjangkau seluruh member NET.CJ jika Net TV memerlukan berita tertentu. Salah satu contohnya adalah ceremony pemberian nama Munir untuk sebuah jalan di Belanda. Kami dapat liputannya dari anggota NET.CJ, tutur Dede.

Mengenal Lebih Dalam Perusahaan PT SERASI AUTORAYA

Bagi sebagian orang, bisa jadi nama PT Serasi Autoraya masih terdengar asing. Namun nama TRAC Driver Service terbilang lebih akrab di telinga, terutama bagi masyarakat pengguna layanan jasa pengemudi di Indonesia. TRAC Driver Sewrvice (TDS) merupakan anak perusahaan dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang berdiri pada April 2002. TDS lahir atas keinginan SERA untuk fokus dalam penyediaan jasa pengelolaan pengemudi yang profesional. Harapannya, layanan ini mampu mendukung bisnis di SBU yang membutuhkan jasa pengemudi dalam operasional sehari-hari, contohnya TRAC Astra Rent a Car dan Serasi Logistik.

SERA memang tidak melayani direct service kepada pelanggan non SBU. Alhasil, fluktuasi jasa layanan pengemudi ini sangat bergantung pada pertumbuhan permintaan akan jasa TRAC Astra Rent A Car dan Serasi Logistik. Toh, SERA optimistis, bisnis penyediaan jasa pengemudi profesional ini memiliki pangsa pasar yang menjanjikan di Indonesia. Berdasarkan data TRAC Astra Rent Car, jumlah pelanggan penyewa mobil meningkat setiap tahun. Alhasil, tingkat kebutuhan akan jasa pengemudi pun meningkat sekitar 20%-30%.

Hingga saat ini, di tahun 2015, jumlah pengemudi sebanyak 8.800 orang. SERA mencatat kenaikan signifikan. Pada 2006, jumlah pengemudi SERA hanya 6.300 orang dan pada 2012, sekitar 9.000 pengemudiv. Padahal, pada awal operasinya, SERA hanya diperkuat oleh sekitar 300 pengemudi. Hingga saat ini, SERA memiliki beberapa lini bisnis di bawah TDS yang dibagi menjadi lima kategori. Pertama, Leasing adalah layanan pengemudi untuk pelanggan dengan jangka waktu sewa yang panjang (lebih dari 1 bulan). Jenis kendaraan yang digunakan beragam mulai dari kendaraan regular penumpang untuk operasional, mobil mewah hingga 4 wheel drive untuk lokasi pertambangan. SERA menempatkan pengemudi dengan skill basic competent (defensive driving) yang tak hanya rajin, melainkan juga memiliki kemampuan komunikasi yang andal. Kedua, Rental, khusus untuk melayani pelanggan dalam jangka waktu relatif pendek. Untuk kebutuhan ini, pengemudi yang diterjunkan memiliki kecakapan bahasa asing serta penguasaan wilayah yang baik.

Ketiga, Logistik, merupakan pelayanan pelanggan untuk kegiatan pengantaran barang dengan menggunakan armada truk. Selanjutnya, keempat adalah Bus yang khusus melayani pelanggan untuk kegiatan wisata serta keperluan rombongan dengan menggunakan kendaraan jenis bus. Terakhir, Rider, layanan pengemudi sepeda motor yang melayani beberapa pelanggan ritel, farmasi dan bank. Untuk menambah layanannya, kini SERA menggarap niche market berupa layanan pengemudi untuk kelas VIP dengan nama layanan Premium Driver. Kelak, pengemudi layanan ini dibekali dengan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan. Di antara maraknya layanan jasa pengemudi di pasar, lantas apakah yang menjadi kelebihan dari TDS?

Perusahaan yang memiliki mini sirkuit untuk pelatihan di Cileungsi ini memaparkan bahwa pengemudi TDS sebelumnya dibentuk melalui serangkaian proses standardisasi, dimulai dari proses rekrutmen, pelatihan, pengelolaan, kendali di lapangan, hingga pembinaan. Sebagai perusahaan Grup Astra, SERA senantiasa berupaya menjadi perusahaan pengelola pengemudi terbesar dan terbaik di Indonesia. Didukung dengan pengelola an manajemen yang professional, SERA siap berkontribusi aktif untuk mendukung visi besar PT Astra International Tbk menjadi Kebanggaan Bangsa pada 2020.

Bekerja Sesuai Passion Agar Hasilnya Maksimal

Orang beranggapan bahwa beruntung adalah ketika seseorang tahu apa yang diinginkan dirinya sendiri sedari awal. Anita Siswadi, Direktur Wholesale Banking PermataBank, sedari kecil telah bermimpi untuk menjadi seorang bankir. Sosok seorang bankir wanita yang dilihatnya di sebuah majalah, sukses membuatnya terinspirasi untuk berkarier di dunia perbankan kelak.

Menilik ulang perjalanan hidupnya, wanita asal Medan ini berujar bahwa dirinya terbiasa hidup mandiri secara finansial sejak kecil. Berbekal keterampilan bermain piano, ibu dua orang anak ini aktif bermain piano di sebuah sanggar balet dengan bayaran yang lebih dari cukup untuk seorang pelajar. Anita masih terus mengajar piano hingga lulus kuliah, dan ia mampu membiayai kebutuhan sekolahnya sendiri. Sekalipun ia memiliki bakat dan peluang karier yang bagus di bidang musik, hati kecilnya terus berbisik akan cita-cita masa kecilnya. Anak pertama dari 4 bersaudara ini bersikeras menjadi bankir dan berangkat ke Pulau Jawa. Pada tahun 1994 di awal kariernya, setelah lulus kuliah, Anita bergabung dalam Training Officer Development Program di Bank Bali (sekarang PermataBank). Tekad Anita sejalan dengan prestasinya yang menonjol. Ia pun berhasil lulus dengan predikat nilai terbaik di angkatan tersebut.

Alih-alih ditempatkan dalam divisi Corporate sesuai impiannya, pencinta yoga ini malah ditugaskan di bagian SAM (Special Asset Management). Keputusan ini sempat membuat Anita down. Sebab, ia merasa bahwa hal itu bukanlah keahliannya. Menagih utang teman saja, nggak tega, apalagi utang perusahaan? Lantas apa yang membuat wanita berambut panjang ini betah berada di naungan SAM? Anita bisa dibilang “beruntung” memiliki atasan Thomas Tan (Alm.) yang mengajarkan dari A-Z, kedisiplinan, ketelitian hingga menghargai sesama. Anita menyadari bahwa ia memang harus belajar banyak di SAM. Suka duka dialami oleh Anita sepanjang kariernya.

Selama mengabdi selama 20 tahun, Anita telah menduduki berbagai posisi penting sebagai Head Financial Institutions, International Banking Group, Segment Head Financial Institutions, Segment Head, Corporate Group & Value Chain, serta Head Client Relationship 1. Ketika Honggo Widjojo, atasan Anita saat itu, menunjuknya untuk memegang Astra. Bagi Anita, itulah salah satu momen yang berarti dalam kariernya. Selama ini istri dari Sufianto Hasan ini selalu memegang bad book corporate.

Astra yang notabene adalah good book company menjadi tantangan sekaligus pengalaman baru bagi Anita. Semakin ia mendalami proyek barunya di Astra, semakin ia belajar dan memahaminya. Bisnis Astra yang terdifersifikasi semakin membuka cakrawala Anita bukan hanya di bidang perbankan namun juga lini bisnis lainnya. Di balik karier cemerlang Anita, terdapat sosok orang-orang yang berperan banyak. Peran orangtua, keluarga dan dukungan anakanaknya begitu berarti dalam kelancaran kariernya.

Di balik sosok Anita yang pekerja keras, namun untuk urusan anak, ia harus turun sendiri. Tidak ada alasan baginya untuk tidak mendampingi anakanaknya. Mulai dari pertama kali memegang pensil hingga sekarang mereka sudah bisa mandiri. Akhir pekan juga sering kali dihabiskan Anita saat ini dengan membuat kue bersama sang putri. Apa pesan yang dapat dibagi untuk orang lain? Ibu dari Gilbert Leon dan Jacinda Leora ini mengatakan “Bila kita mengerjakan apa pun dengan passion, maka hasilnya akan maksimal. Jadi dengarkan kata hati,” ungkap Anita.

Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras

Beberapa dari kita mungkin merasakan bahwa saat ini kita merasa kekurangan waktu dalam bekerja. Waktu 8 jam sehari, 40 jam seminggu terasa kurang. Kita menjadi orang yang sangat sibuk. Bahkan, tidak sedikit yang membawa pulang pekerjaannya untuk dapat dikerjakan di rumah saat akhir minggu. Akibatnya, kita seringkali mengorbankan waktu bersama dengan orang yang kita kasihi. Kita sudah sering mendengar bahwa kita harus dapat mengelola waktu dengan baik.

Kita menggunakan time management, namun time management tidak mengajarkan kepada kita bagaimana bekerja lebih produktif. Dan, time management tidak dapat diterapkan pada setiap orang. Agar kita dapat bekerja lebih produktif, kita perlu mengenali productivity style kita. Kita bisa saja sebagai seorang prioritizer yang berorientasi pada hasil (goaloriented), sebagai seorang planner yang sangat memerhatikan hal-hal detil dan berorientasi pada proses (action-oriented), sebagai seorang arranger yang selalu berpikir untuk melibatkan orang-orang dalam tim (relation orientation), atau sebagai seorang visualizer yang memahami gambaran besar. Hal-hal yang sering menyita waktu kita adalah gangguan-gangguan atas perhatian kita, seperti surat elektronik (e-mail) yang dapat kita pantau melalui telepon pintar kita maupun komputer.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengelola e-mail dengan baik? Bagi seorang prioritizer, waktu yang paling baik untuk memeriksa atau menanggapi e-mail adalah saat orang tersebut berada pada low productivity. Seorang planner dapat melakukannya dengan memberikan tenggat waktu, misalkan setiap pagi jam 8 hingga jam 9 atau di sore hari jam 3 hingga jam 4. Untuk seorang arranger ataupun visualizer dapat menentukan sendiri waktunya, di luar waktu itu sebaiknya suara dimatikan agar tidak terganggu.

Dalam mengelola surat, baik surat elektronik maupun dokumen fisik, perlu kita lakukan langkahlangkah berikut. Yang pertama, baca surat yang masuk cukup sekali. Lalu, kita putuskan apakah surat tersebut perlu tindakan lebih lanjut atau tidak. Jika “tidak”, langsung hapus atau simpan. Jika “ya” dan harus dilakukan tindakan, segera lakukan. Perlukah didelegasikan kepada orang lain atau kita masukkan ke dalam rencana kerja kita karena tidak perlu tindakan segera? Pindahkan surat tersebut ke dalam file folder, dijadwalkan dalam agenda, ataupun daftar tindakan selanjutnya.

Kita juga perlu membuat prioritas sesuai dengan tujuan kita dalam kehidupan profesional, pribadi, kesehatan, maupun hal-hal spiritual. Misalkan, dalam kehidupan profesional, kita menginginkan untuk menjadi manajer dalam waktu 3 tahun. Dalam kehidupan pribadi, setahun sekali dapat mengajak keluarga bepergian. Tetaplah fokus pada tujuan kita. Waktu adalah investasi yang sangat penting. Waktu lebih berharga daripada materi karena tidak dapat diperbaharui. Jadi, kita harus dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Bagi seorang prioritizer, mulailah hari Anda dengan mengerjakan proyek yang merupakan prioritas tertinggi.

Bagi seorang planner, buat persediaan waktu (buffer) bagi rencana harian Anda. Jadwalkan waktu Anda untuk bertemu dengan orang lain jika Anda seorang arranger. Jika Anda seorang visualizer, buat batas waktu yang pasti namun realistis dalam menyelesaikan proyek Anda. Tiga hal yang perlu Anda perhatikan dalam menyelesaikan tugas-tugas Anda. Pertama adalah waktu Anda, kedua ketersediaan sumber daya atau alat yang diperlukan, dan tingkat energi Anda untuk menyelesaikan tugas. Delegasikan pekerjaan ketika orang lain dapat menyelesaikan lebih cepat dan lebih baik. Ketika mendelegasikan pekerjaan, pastikan tujuan dengan jelas agar orang lain juga dapat sukses melalui pekerjaan tersebut. Pahami anggota tim Anda dengan baik serta lakukan komunikasi. Yang penting lagi, lakukan follow up atas tugas-tugas yang kita berikan. Akhir kata, kenali productivity style Anda dan bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras.