Mengembangkan Pariwisata Indonesia Ala Arief Yahya

Mengembangkan Pariwisata Indonesia – Menyadari bahwa negeri tercinta Indonesia memiliki sejuta potensi wisata alam terkenal yang tersebar di 34 propinsi, sayang rasanya jika dunia pariwisata tidak dimaksimalkan. Terlebih menurut Menteri Pariwisata Indonesia, industri pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia.

Selain itu, jika dibandingkan dengan industri lain, bisa dikatakan industri pariwisata memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi, serta memiliki multiplier effect yang besar. Kerja keras untuk membenahi industri pariwisata yang selama ini masih tertinggal dibanding negara tetangga khusunya, membutuhkan kebersamaan seluruh komponen yang berkepentingan dalam Pariwisata. Komponen Pentahelix ABGCM yang terdiri dat Academics, Bussines, Community, Government dan Media adalah komponen yang harus berdiri sejajar, bergandengan tangan dan saling berbagi tanggung jawab dalam menciptakan pendapatan negara dari sektor Pariwisata.

Hingga saat ini dalam kurun waktu dua tahun, Menteri Pariwisata Indonesia telah berhasil meningkatkan index daya saing Kepariwisataan dunia, yang semula ada di posisi ranking 70 dari 141 negara, melesat menjadi ranking 50 pada 2015, dan tidak mustahil di tahun 2019, Indonesia akan berada di posisi 30. Target Macro lainnya yang menjadi awal kerja keras adalah dengan menetapkan capaian target di tahun 2019 peningkatan desvisa yang pada tahun 2014 hanya mencapai Rp. 120 Trilyun maka tidak mustahil di tahun 2019, kerja keras Kementerian Pariwisata menghasilkan devisa Rp. 240 Trilyun untuk negara. Dengan pendapatan negara tersebut, maka memungkinkan terbukanya peluang tenaga kerja dari 11 juta di tahun 2014 akan memberikan kontribusi sebesar 13 juta di tahun 2019.

Target Presiden RI, Joko Widodo mendatangkan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara, 20 juta wisatawan mancanegara, tidaklah mustahil dan tentunya akan mudah jika dilakukan bersama-sama. Dalam pernyataan Menteri Pariwisata, Arif Yahya menegaskan grand strategy bisa dihasilkan Bila kita berpikir benar, maka kita akan bertindak benar untuk Pariwisata Indonesia. Semangat Great Spirit yang dimiliki Menteri Pariwisata untuk menularkan energi 3S (Speed, Smart dan Solid) gentar dipadamkan kepada seluruh aparat pemerintah di lingkungan Kementerian Pariwisata guna mewujudkan proyeksi Indonesia berada di rangking 30 untuk dicapai di tahun 2019.

Impian Menteri Pariwisata Indonesia adalah minimal target 2017 Indonesia bisa mengalahkan negara tetangga. Hal ini tidak mustahil diimpikan, mengingat industri pariwisata merupakan industri yang paling mudah serta paling murah untuk bisa meningkatkan PDB dan devisa, serta ketenagakerjaan. Sehingga tidak mustahil, dimasa mendatang pendapatan negara diperoleh dari Pariwisata. Pendapatan devisa dari sektor Pariwisata dan Non Pariwisata pun tidak mustahil digunakan sebagai indikator pemasukan negara, di masa-masa mendatang Upaya gencar memasarkan pariwisata Indonesia ke tingkat internasional, terus dilakukan.

Saat ini tidak sulit menemu kenali dan mendengar, melihatdan menyaksikan brand “Wonderful Indonesia” yang dibawa dan dipasarkan ke seluruh dunia, tak hanya membuat nama Indonesia berkibar di kancah internasional serta mampu membawa wisatawan semakin banyak ke negeri tercinta ini saja. Lebih dari itu, Kementerian Pariwisata RI mampu menorehkan prestasi di tingkat dunia, antara lain mendapat penghargaan di berbagai travel mart event, seperti misalnya penghargaan sebagai the best exhibitor di pameran pariwisata terbesar yang digelar di Berlin beberapa waktu lalu.

Melihat potensi wisata Indonesia yang sangat bagus, ke depan, Arief masih memiliki target dan obsesi untuk bisa lebih meningkatkan lagi dunia pariwisata di Indonesia. Selain membranding Pariwisata Indonesia, juga dilakukan pengembangan destinasi melaui konsep 3 Greater. Melalui 3 Greater tersebut, pintu masuk ke sejumlah destinasi yang tersebar di Indonesia, mudah untuk dicapai. Greater Bali, Greater Jakarta dan Greater Kepulauan Riau. Melalui 3 Greater tersebut, diperoleh kontribusi sebesar 90 persen untuk pariwisata.

Itu baru melalui 3 greater. Bayangkan, dengan potensi sekitar 500 kota kabupaten yang tersebar di 34 propinsi, berarti masih banyak harta karun destinasi wisata yang bisa kita kembangkan . Berdasarkan hal tersebut, akhirnya ditetapkan Top 10 destinasi Bali baru yang diusung-usung Presiden Jokowi harus menjadi destinasi prioritas dan unggulan Pariwisata. 10 Destinasi tersebut adalah Danau toba di Sumatera Utara, Tanjung layang di Belitung, Tanjung lesung di Banten, Pulau Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru, Mandalika di Lombok, Komodo Labuan Bajo di Flores, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara. Menteri Pariwisata menegaskan Inilah yang mnejadi tantangan kita semua, tantangan bangsa kita, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, PBD, ketenagakerjaan, pemerataan. Tantangan besar negara ini bisa diselesaikan. Menjadikan Pariwisata sebagai penghasil devisa nomor 1 di indonesia.