Silahturahmi ke Markas Music Everywhere & Lentera Indonesia

Ketika program musik Dahsyat naik daun, beberapa stasiun televisi lain pun membuat program musik serupa. Namun, ada satu program musik yang berani tampil beda, Music Everywhere. Music Everywhere pertama kali menggebrak pada Juni 2013 dengan menampilkan penyanyi Raisa. Berbeda dengan program musik seperti Dahsyat yang ditayangkan pada pagi hari, pada awal-awal Music Everywhere diluncurkan, program musik itu tayang pada prime time, yakni Sabtu malam di mana televisi lain biasanya sibuk menarik minat penonton dengan laga film bikinan Hollywood atau sinetron.

Tidak ada banyolan dari trio presenter seperti di Dahsyat, Music Everywhere lebih menyodorkan musik dan sisi lain penyanyi. Music Everywhere merupakan produksi dari Net TV, stasiun televisi yang berkantor pusat di The East Building lantai 27-28, Lingkar Kuningan. Kesan berbeda itu pun kini melekat erat di benak penonton Net TV (PT NET Mediatama Televisi).

Kalau tidak berbeda dengan televisi lain, buat apa penonton melihat Net TV? tutur Pemimpin Redaksi Net TV Dede Apriadi, yang sekaligus merangkap Vice President Public Relations and Corporate Secretary kepada tim Corporate Communications PT Astra International Tbk dalam kunjungannya pada 24 April 2015 siang itu. Dalam kunjungan tersebut, tim Corcom Astra, yang dipimpin oleh Division Head of Public Relations Yulian Warman, disambut oleh Direktur NET Mediatama Kurnia dan Media Relations Rahmat Fitra Wibowo. Dede menjelaskan, sebagai stasiun televisi yang baru saja lahir, Net TV ingin berbeda dengan TV lain. Net TV memiliki aturan ketat terkait dengan pemberitaan. Salah satu contohnya Net TV tidak diperbolehkan membuat berita gosip dan menjelek-jelekkan pihak lain. Kami ingin berita yang keluar ke masyarakat lebih positif, ujar Dede. Jika beberapa waktu lalu konflik di internal suatu partai politik memanas, Net TV justru tidak menyoroti keributannya.

Kami lebih mengangkat cerita anak muda yang dapat berbagi inspirasi dengan orang lain melalui program-programnya seperti Lentera Indonesia dan Patriot, tuturnya. Dede mencontohkan, ketika artis Olga Syahputra meninggal dunia, keluarga Olga pertama kali menghubungi Net TV. Pihak keluarga Olga memahami, Net TV tidak akan memberitakan kematian Olga dengan sensasional. Kepercayaan ini membuat Net TV merupakan stasiun televisi pertama yang menayangkan kematian Olga, ujar Dede.

Dede juga banyak menceritakan https://pwhm.net/ upaya Net TV memanfaatkan media sosial terutama Youtube untuk menayangkan program-programnya. Net TV juga memiliki kanal NET.CJ untuk merangkul citizen journalism yang kini memiliki sekitar 35.000 member. Redaksi Net TV dapat menjangkau seluruh member NET.CJ jika Net TV memerlukan berita tertentu. Salah satu contohnya adalah ceremony pemberian nama Munir untuk sebuah jalan di Belanda. Kami dapat liputannya dari anggota NET.CJ, tutur Dede.